ICC Tolak Gugatan Duterte: Perang Narkoba Filipina Tetap Bisa Diadili

Den Haag, 23 April 2026 – Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) resmi menolak gugatan dari mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, membuka jalan bagi persidangan atas dugaan kejahatan kemanusiaan dalam “perang melawan narkoba” yang memicu ribuan kematian.

Hakim ICC memutuskan bahwa argumen Duterte—yang mengklaim kedaulatan Filipina dan penarikan dari Statuta Roma pada 2019—tidak cukup kuat untuk menghentikan proses hukum. Putusan ini dikeluarkan setelah sidang pendahuluan yang intens, di mana tim hukum Duterte berusaha membatalkan yurisdiksi ICC atas kasus tersebut.

Perang narkoba era Duterte (2016-2022) dituding menyebabkan lebih dari 6.000 hingga 30.000 kematian ekstrayudisial, menurut laporan Human Rights Watch dan Amnesty International. ICC memulai investigasi pada 2021, meski Filipina mundur dari pengadilan tersebut. Jaksa ICC, Karim Khan, menyebut bukti awal menunjukkan pola pembunuhan sistematis oleh polisi dan kelompok vigilante.

“Duterte harus menghadapi konsekuensi tindakannya,” ujar Karapatan, kelompok HAM Filipina, dalam pernyataan resmi. Sementara itu, pendukung Duterte di Manila menyerukan boikot ICC, menyebutnya sebagai campur tangan asing.

Kasus ini melibatkan tokoh kunci seperti mantan kepala polisi Ronald dela Rosa dan mantan menteri dalam negeri Ronaldo Puno. Sidang utama dijadwalkan akhir 2026, dengan potensi penahanan Duterte yang kini berusia 81 tahun.

Pemerintah Filipina di bawah Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyatakan netral, tapi para analis memprediksi dampak politik besar menjelang pemilu 2028.

  • Related Posts

    Trump Ungkap Rencana Bahas Perang Iran dengan Xi Jinping di Beijing Minggu Depan

    Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menyatakan niatnya membahas isu perang Iran dalam pertemuan tatap muka dengan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung di Beijing…

    Ghalibaf Peringatkan AS Jangan Perluas Eskalasi di Selat Hormuz di Tengah Saling Serang Iran-AS

    Pejabat senior Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan Amerika Serikat agar tidak meningkatkan eskalasi lebih lanjut di Selat Hormuz, menyusul rangkaian serangan berisiko di jalur pelayaran strategis yang kembali memicu ketegangan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Pemkab Bogor Pemetaan Lahan untuk Jalur Khusus Tambang di Wilayah Barat

    • By admin
    • May 6, 2026
    • 2 views
    Pemkab Bogor Pemetaan Lahan untuk Jalur Khusus Tambang di Wilayah Barat

    Trump Ungkap Rencana Bahas Perang Iran dengan Xi Jinping di Beijing Minggu Depan

    • By admin
    • May 6, 2026
    • 2 views
    Trump Ungkap Rencana Bahas Perang Iran dengan Xi Jinping di Beijing Minggu Depan

    Bamsoet: Pembenahan Partai Politik Jadi Kunci Penguatan Demokrasi Pancasila

    • By admin
    • May 5, 2026
    • 4 views
    Bamsoet: Pembenahan Partai Politik Jadi Kunci Penguatan Demokrasi Pancasila

    Ghalibaf Peringatkan AS Jangan Perluas Eskalasi di Selat Hormuz di Tengah Saling Serang Iran-AS

    • By admin
    • May 5, 2026
    • 3 views
    Ghalibaf Peringatkan AS Jangan Perluas Eskalasi di Selat Hormuz di Tengah Saling Serang Iran-AS

    Dua Ruas Jalan di Jakarta Selatan Tergenang Banjir Akibat Hujan Deras

    • By admin
    • May 4, 2026
    • 3 views
    Dua Ruas Jalan di Jakarta Selatan Tergenang Banjir Akibat Hujan Deras

    Macron Desak AS dan Iran Koordinasi Buka Kembali Selat Hormuz

    • By admin
    • May 4, 2026
    • 3 views
    Macron Desak AS dan Iran Koordinasi Buka Kembali Selat Hormuz