
Jerusalem – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kondisinya sangat baik setelah menjalani operasi pengangkatan kanker prostat. Pengungkapan ini disampaikan melalui unggahan di platform X pada Jumat (24/4/2026), seperti dilansir BBC.
Netanyahu menjelaskan bahwa temuan kanker tersebut terdeteksi secara tidak sengaja selama pemeriksaan rutin menyusul operasi sebelumnya untuk mengatasi pembesaran prostat jinak. Dalam pemeriksaan itu, dokter menemukan adanya tumor kecil di prostatnya.
“Perawatan telah menghilangkan masalah tersebut dan tidak meninggalkan jejaknya,” tulis Netanyahu dalam pernyataannya, menegaskan bahwa prosedur medis berjalan sukses tanpa komplikasi.
Operasi ini dilakukan di rumah sakit Hadassah Ein Kerem di Jerusalem pada Rabu (22/4/2026) lalu. Tim medis mengonfirmasi bahwa Netanyahu dipulangkan dalam kondisi stabil dan siap melanjutkan tugasnya sebagai perdana menteri.
Kasus ini menambah daftar tokoh publik yang berhasil mengatasi kanker prostat dini, yang sering terdeteksi melalui skrining rutin. Netanyahu, yang berusia 76 tahun, telah menjalani berbagai pemeriksaan kesehatan rutin di tengah jadwal politiknya yang padat, termasuk konflik di Gaza dan Lebanon.
Pernyataan Netanyahu langsung mendapat respons positif dari para pendukungnya, dengan banyak yang memuji ketangguhannya. Saat ini, ia tetap memimpin pemerintahan Israel di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.





