
Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz secara terkoordinasi, menegaskan itu sebagai satu-satunya solusi efektif bagi pasokan minyak dan gas global. Pernyataan ini disampaikan Macron saat berbicara di pertemuan para pemimpin Eropa di Armenia, seperti dikutip AFP pada Senin (4/5/2026).
Selat Hormuz, jalur perairan strategis di Teluk Persia yang menghubungkan sekitar 20% perdagangan minyak dunia, sempat terganggu akibat ketegangan regional. Militer AS baru-baru ini mengerahkan misi pengawalan kapal-kapal keluar dari wilayah tersebut, memicu kekhawatiran eskalasi konflik.
“Yang paling kami inginkan adalah pembukaan kembali secara terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan Iran — itulah satu-satunya solusi untuk membuka kembali Selat Hormuz,” tegas Macron. Ia menambahkan, “Kami tidak akan ikut serta dalam operasi militer apa pun dalam kerangka kerja yang menurut saya tidak jelas.”
Prancis, bersama Inggris, telah memimpin upaya membentuk koalisi internasional untuk memastikan keamanan jalur tersebut setelah perdamaian terjamin. Langkah ini diharapkan meredakan dampak ekonomi global, di mana harga minyak sempat melonjak akibat penutupan sementara selat.
Para pemimpin Eropa di pertemuan Yerevan juga membahas sanksi potensial dan diplomasi lebih lanjut, meski belum ada respons resmi dari Washington atau Teheran.




