
Video animasi Lego yang mengejek Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi viral di media sosial, menampilkan figur Trump dengan celana terbakar dan keringat deras mengucur. Konten ini merebak sejak akhir pekan lalu, memicu perdebatan sengit di platform seperti TikTok, X, dan YouTube.
Video-video berdurasi pendek itu, yang dibuat oleh kreator anonim, menggambarkan Trump dalam situasi memalukan: celananya menyala-nyala seolah terbakar oleh “api kritik,” sementara wajahnya basah kuyup oleh keringat akibat tekanan politik. Beberapa klip menyertakan narasi satir tentang isu terkini seperti kebijakan ekonomi AS dan konflik internasional. Hingga kini, salah satu video telah ditonton lebih dari 5 juta kali, dengan ribuan komentar yang terbagi antara dukungan dan kecaman.
Para pengamat media sosial menyebut ini sebagai bentuk “meme politik” yang populer di kalangan Gen Z, mirip tren ejekan terhadap tokoh publik sebelumnya. “Ini kreatif, tapi bisa memicu polarisasi lebih lanjut,” ujar analis digital Rina Susanti dari Jakarta. Namun, pendukung Trump menilai video tersebut sebagai propaganda murahan yang melanggar etika.
Belum ada respons resmi dari Gedung Putih terkait video ini. Sementara itu, platform media sosial mulai menerapkan label peringatan pada konten serupa untuk mencegah penyebaran hoaks. Tren ini juga memicu kreator lain membuat versi Lego untuk tokoh global lainnya, termasuk pemimpin Eropa dan Asia.
Kasus ini mengingatkan pada kekuatan animasi sederhana seperti Lego dalam membentuk opini publik di era digital.



