Sorotan MAKI: KPK Abulkan Tahanan Rumah Yaqut Cholil yang Sehat, Tolak Lukas Enembe yang Sakit

Jakarta – Perubahan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) menjadi tahanan rumah memicu sorotan publik dan kritik tajam dari aktivis antikorupsi. Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini dibandingkan dengan penolakan berulang terhadap permohonan penangguhan penahanan mantan Gubernur Papua Lukas Enembe, yang akhirnya meninggal dunia dalam tahanan.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menyatakan keterkejutannya atas kebijakan KPK. “Yang bikin geli itu alasan KPK karena ada permohonan dari keluarga. Lukas Enembe dulu meskipun ada permohonan keluarga tapi tidak dikabulkan, bahkan sampai meninggal dalam tahanan. Sakit-sakitan aja tidak dikabulkan, lah ini YCQ ini orangnya sehat-sehat aja ditangguhkan,” ujar Boyamin saat dihubungi pada Minggu (22/3/2026).

Boyamin menyoroti bahwa Yaqut, yang dinyatakan sehat oleh pihak berwenang, mendapatkan keringanan status tahanan rumah. Sementara itu, Lukas Enembe berulang kali mengajukan penangguhan dengan alasan kondisi kesehatannya yang memburuk, namun selalu ditolak KPK hingga akhir hayatnya pada September 2023.

Keputusan KPK terhadap Yaqut diumumkan akhir pekan lalu, setelah permohonan dari keluarganya. Kasus Yaqut terkait dugaan korupsi pengelolaan dana haji, sementara Lukas Enembe tersandung kasus suap dan gratifikasi. Publik ramai membahas di media sosial, menuding adanya “beda perlakuan” dalam penegakan hukum antikorupsi.

Hingga kini, KPK belum merespons secara resmi kritik dari MAKI. Pengamat hukum meminta transparansi alasan penahanan rumah untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah.

  • Related Posts

    Kastaf Kepresidenan Dudung Abdurachman Sidak Dapur SPPG Jakarta Barat: Temukan Belatung dan Fasilitas Tak Layak

    Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.…

    Mendikdasmen: Dana BOS dan KIP Masih Diselewengkan di Sekolah, Jadi Contoh Buruk Bagi Siswa

    Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan masih ada sekolah yang menyelewengkan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Menurutnya, praktik tersebut…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Kastaf Kepresidenan Dudung Abdurachman Sidak Dapur SPPG Jakarta Barat: Temukan Belatung dan Fasilitas Tak Layak

    • By admin
    • May 12, 2026
    • 1 views
    Kastaf Kepresidenan Dudung Abdurachman Sidak Dapur SPPG Jakarta Barat: Temukan Belatung dan Fasilitas Tak Layak

    Kapten MV Hondius Puji Kesabaran Awak dan Tamu di Tengah Krisis Hantavirus: “Minggu Terakhir Sangat Menantang”

    • By admin
    • May 12, 2026
    • 1 views
    Kapten MV Hondius Puji Kesabaran Awak dan Tamu di Tengah Krisis Hantavirus: “Minggu Terakhir Sangat Menantang”

    Mendikdasmen: Dana BOS dan KIP Masih Diselewengkan di Sekolah, Jadi Contoh Buruk Bagi Siswa

    • By admin
    • May 11, 2026
    • 2 views
    Mendikdasmen: Dana BOS dan KIP Masih Diselewengkan di Sekolah, Jadi Contoh Buruk Bagi Siswa

    Myanmar Keluhkan Diskriminasi ASEAN Pasca-Blacklist di KTT Terbaru

    • By admin
    • May 11, 2026
    • 2 views
    Myanmar Keluhkan Diskriminasi ASEAN Pasca-Blacklist di KTT Terbaru

    Polres Musi Rawas Gagalkan Penyelundupan 2 Kilogram Sabu dan Puluhan Ekstasi di Megang Sakti

    • By admin
    • May 10, 2026
    • 3 views
    Polres Musi Rawas Gagalkan Penyelundupan 2 Kilogram Sabu dan Puluhan Ekstasi di Megang Sakti

    Kapal Pesiar MV Hondius Tiba di Tenerife Setelah Kematian Penumpang Akibat Hantavirus

    • By admin
    • May 10, 2026
    • 5 views
    Kapal Pesiar MV Hondius Tiba di Tenerife Setelah Kematian Penumpang Akibat Hantavirus