
Lahat, 9 April 2026 – Kasus mutilasi dan pembakaran ibu kandung yang menggegerkan warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, akhirnya terungkap motifnya. Pelaku, Ahmad Fahrozi alias AF (23 tahun), nekat membunuh dan membakar jenazah ibunya, Siti Anawati (63 tahun), karena terpergok mencuri emas milik korban.
Kapolres Lahat, AKBP [Nama Fiktif untuk Ilustrasi], mengonfirmasi pengungkapan motif tersebut dalam konferensi pers, Kamis (9/4/2026). “Pelaku mengaku nekat beraksi setelah korban menangkapnya sedang mencuri emas perhiasan dari rumah. Afraid ketahuan, AF memutilasi jenazah ibunya untuk menyembunyikan buktinya, lalu membakarnya agar tidak dikenali,” ujar Kapolres.
Kronologi kejadian bermula pada [tanggal kejadian hipotetis, misalnya 7 April 2026], ketika AF memanfaatkan momen ibunya sedang istirahat untuk mengambil emas. Siti Anawati terbangun dan memergoki aksi putranya. “Dalam amarah dan panik, pelaku memukul korban hingga tewas, kemudian memotong-motong tubuhnya menggunakan pisau dapur dan membakarnya di belakang rumah,” lanjut Kapolres.
Warga setempat menemukan sisa-sisa jenazah yang hangus pada Sabtu lalu (7/4), yang awalnya diduga korban pembunuhan misterius. Tim gabungan Polres Lahat dan Polda Sumsel langsung melakukan olah TKP dan memeriksa saksi. AF ditangkap di warung kopi dekat lokasi kejadian setelah petunjuk dari tetangga yang curiga.
Saat diinterogasi, AF mengaku nekat karena terlilit utang judi online dan membutuhkan uang cepat. “Emas itu rencananya dijual untuk bayar hutang. Saya panik saat Ibu marah besar,” katanya seperti dikutip penyidik.
Polisi telah mengamankan barang bukti berupa pisau, jeriken bensin, dan sisa emas curian. AF dijerat Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman seumur hidup atau mati. Kasus ini menambah daftar kejahatan tragis keluarga di wilayah Sumsel, mengingatkan pentingnya pengawasan anak muda terhadap pengaruh judi daring.
Warga Desa Karang Dalam berharap pengungkapan cepat ini membawa ketenangan. “Sungguh ngeri, anak bunuh ibu sendiri. Semoga jadi pelajaran,” ujar RT setempat.





