
Washington, 17 April 2026 – Mantan Presiden AS Donald Trump secara tidak langsung menyinggung konflik Timur Tengah melalui unggahan di platform Truth Social miliknya, meskipun awalnya tidak menyebut nama Hizbullah, kelompok militan sokongan Iran di Lebanon.
Dalam postingan pertamanya, Trump sama sekali tidak menyebut Hizbullah yang telah terlibat baku tembak intens dengan Israel selama enam pekan terakhir. Konflik ini memanas sejak serangan roket Hizbullah ke wilayah utara Israel sebagai respons atas operasi militer Israel di Gaza, menewaskan ratusan warga sipil dan memicu kekhawatiran perang regional.
Namun, dalam unggahan lanjutan, Trump mendesak kelompok tersebut untuk mematuhi gencatan senjata yang baru saja disepakati di bawah tekanan internasional. “Saya berharap Hizbullah bertindak dengan baik dan benar selama periode waktu yang penting ini,” tulis Trump, tanpa merinci detail kesepakatan tersebut.
Pernyataan Trump datang di tengah upaya diplomasi AS di bawah pemerintahan saat ini untuk mencegah eskalasi. Gencatan senjata sementara antara Israel dan Hizbullah, yang didukung oleh mediator PBB, diharapkan meredakan ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel. Namun, pelanggaran sporadis masih dilaporkan, termasuk tembakan artileri dari kedua belah pihak.
Analis politik menilai pesan Trump sebagai sinyal dukungan implisit bagi Israel, mengingat rekam jejaknya selama menjabat yang pro-Israel. “Ini cara Trump memengaruhi narasi tanpa terlibat langsung,” kata pakar Timur Tengah dari Council on Foreign Relations.
Hingga kini, belum ada respons resmi dari Hizbullah atau pemerintah Lebanon terkait pernyataan Trump. Ketegangan di wilayah tersebut tetap tinggi, dengan Iran yang terus mendukung Hizbullah secara finansial dan militer.




