
Teheran kembali melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat terkait Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia untuk pasokan energi global.
Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memperingatkan bahwa Iran akan menenggelamkan kapal-kapal AS jika Washington memutuskan untuk “mengatur” jalur pelayaran di selat tersebut. Pernyataan itu mencuat di tengah meningkatnya ketegangan setelah AS, atas perintah Presiden Donald Trump, memberlakukan blokade militer di perairan sekitar Selat Hormuz.
Langkah Washington disebut menyusul tindakan Iran yang sebelumnya memblokir pelayaran di jalur strategis itu selama enam minggu perang berkecamuk. Situasi sempat mereda setelah diberlakukan gencatan senjata selama dua minggu, meski kondisi di lapangan masih dinilai rapuh.
“Tuan Trump ingin menjadi polisi di Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?” kata Mohsen Rezaei, mantan panglima tertinggi Garda Revolusi Iran yang kini ditunjuk sebagai penasihat militer oleh Mojtaba bulan lalu, seperti dilansir AFP, Kamis (16/4/2026).
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dan gas dunia. Setiap gangguan di kawasan itu berpotensi memicu gejolak harga energi global dan meningkatkan risiko konflik terbuka di kawasan Teluk.





