
Jakarta – Pasukan angkatan laut Amerika Serikat (AS) telah mencegat delapan kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran sejak dimulainya blokade laut awal pekan ini. Laporan itu disampaikan oleh Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu (15/4/2026), mengutip pejabat-pejabat AS.
Menurut WSJ, kapal-kapal tersebut dicegat saat memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran, sebagai bagian dari upaya blokade yang dimulai pada Senin lalu. Langkah ini sejalan dengan pernyataan Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengonfirmasi bahwa AS telah menghentikan seluruh perdagangan ekonomi masuk dan keluar Iran melalui jalur laut.
Dilansir Al Arabiya, blokade tersebut bertujuan untuk menekan aktivitas ekonomi Iran di tengah ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah. CENTCOM menyatakan operasi ini difokuskan pada pencegahan pengiriman minyak yang diduga mendanai program-program sensitif Teheran.
Belum ada komentar resmi dari pemerintah Iran terkait insiden ini. Namun, langkah AS menuai kritik dari beberapa negara sekutu Iran, yang menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya. Harga minyak dunia sempat melonjak 2 persen pada perdagangan pagi ini, mencerminkan kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan global.
Pengamat internasional memantau perkembangan ini dengan cermat, mengingat blokade laut bisa memicu respons militer lebih lanjut dan memengaruhi stabilitas energi dunia.





