
Kedutaan Besar Iran di Seoul, Korea Selatan, dengan tegas membantah keterlibatan angkatan bersenjata negaranya dalam ledakan yang merusak kapal kargo Korea Selatan di Selat Hormuz pekan ini. Insiden tersebut memicu ketegangan internasional, termasuk tuduhan langsung dari Presiden AS Donald Trump.
Ledakan dan kebakaran hebat melanda kapal kargo HMM Namu, yang membawa 24 awak dan berbendera Panama, pada hari Senin lalu. Kapal tersebut sedang melintas di selat strategis yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa, meski awak kapal dievakuasi dengan selamat oleh tim penyelamat setempat.
Dalam pernyataan resminya, juru bicara Kedutaan Iran menegaskan bahwa “klaim semacam itu tidak berdasar dan bertujuan memprovokasi konflik lebih lanjut.” Mereka menyerukan investigasi independen untuk mengungkap penyebab sebenarnya, sambil menolak tuduhan sebagai bagian dari kampanye propaganda.
Presiden Trump, melalui akun media sosialnya, langsung menuding Iran sebagai pelaku. “Iran telah menembak kapal Korea Selatan itu! Waktunya bertindak,” tulisnya. Ia juga mendesak militer Korea Selatan untuk bergabung dalam operasi militer Amerika yang bertujuan “memulihkan pelayaran normal” melalui Selat Hormuz, yang sering menjadi titik panas konflik regional.
Pemerintah Korea Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan Trump, tetapi Kementerian Luar Negeri menyatakan sedang menyelidiki insiden tersebut bersama mitra internasional. Analis keamanan memperingatkan bahwa eskalasi bisa mengganggu pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz menyumbang sekitar 20% minyak dunia.
Hingga kini, investigasi masih berlangsung, dengan tim ahli dari PBB diharapkan tiba di lokasi dalam waktu dekat.





