
San Diego, California – Empat astronaut pemberani yang menumpangi kapsul Orion misi Artemis II akhirnya mendarat dengan selamat di lepas pantai San Diego, California, Amerika Serikat, pada Sabtu (10/4/2026) waktu setempat. Pendaratan ini terjadi pada Minggu (11/4/2026) pukul 07.07 WIB, menandai keberhasilan misi uji coba berawak pertama NASA menuju Bulan sejak era Apollo lebih dari 50 tahun lalu.
Misi Artemis II, bagian dari program ambisius NASA untuk mengembalikan manusia ke permukaan Bulan pada 2027, melibatkan kru berpengalaman: Komandan Reid Wiseman (NASA), Pilot Victor Glover (NASA), Misi Spesialis Christina Koch (NASA), serta Misi Spesialis Kanada Jeremy Hansen. Mereka meluncur dari Kennedy Space Center, Florida, pada 15 Maret lalu, dan menghabiskan 10 hari mengorbit Bumi serta mendekati orbit Bulan untuk menguji sistem kapsul Orion.
“Artemis II adalah langkah monumental menuju masa depan eksplorasi ruang angkasa yang berkelanjutan,” kata Administrator NASA Bill Nelson dalam pernyataan resminya. Pendaratan dilakukan dengan parasut raksasa di Samudra Pasifik, diikuti evakuasi cepat oleh tim kapal Angkatan Laut AS. Semua kru dilaporkan dalam kondisi sehat prima setelah pemeriksaan medis awal, meski kapsul mengalami goyangan ringan akibat ombak.
Keberhasilan ini menjadi sorotan global, terutama karena Artemis II adalah misi berawak pertama setelah Artemis I yang tak berpenumpang pada 2022. Program Artemis bertujuan membawa wanita dan orang berwarna pertama ke Bulan melalui Artemis III, sekaligus membangun stasiun Gateway di orbit Bulan untuk misi Mars mendatang.
Di Indonesia, pencapaian ini disambut antusias oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang tengah mengembangkan program antariksa sendiri. “Ini inspirasi bagi generasi muda kita untuk mengejar mimpi di luar angkasa,” ujar Kepala BRIN Thomas Djamaluddin.
NASA kini fokus mempersiapkan Artemis III, dengan target pendaratan di Kutub Selatan Bulan yang kaya sumber daya air es. Pendaratan Orion disiarkan langsung melalui NASA TV dan YouTube, ditonton jutaan orang di seluruh dunia.





