
Jakarta – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, kembali menjalani operasi kelima akibat luka bakar parah dari penyiraman air keras yang menimpanya pada Kamis (12/3/2026). Prosedur medis terakhir dilakukan pada Selasa (7/4/2026) di sebuah rumah sakit di Jakarta.
Insiden penyiraman air keras tersebut terjadi di kawasan Jakarta Selatan, diduga terkait dengan aktivitas Andrie sebagai aktivis HAM yang sering mengkritik pelanggaran hak asasi manusia oleh aparat negara. Hingga kini, pelaku belum tertangkap, meski polisi telah menetapkan tersangka dan melakukan penyelidikan intensif.
“Andrie menunjukkan perkembangan positif pasca-operasi kelima. Namun, pemulihan masih memerlukan waktu panjang karena kerusakan jaringan yang luas di wajah dan lehernya,” ujar salah satu tim medis yang merawat, seperti dikutip dari pernyataan resmi KontraS pada Rabu (8/4/2026).
KontraS menyerukan perlindungan lebih baik bagi aktivis HAM dan desakan agar penegakan hukum dipercepat. Kasus ini menambah daftar kekerasan terhadap pembela HAM di Indonesia, memicu kecaman dari berbagai organisasi masyarakat sipil.
Pemulihan Andrie dipantau ketat, dengan kemungkinan operasi lanjutan jika diperlukan. Polisi berjanji akan segera mengumumkan kemajuan penangkapan pelaku.





