
Teheran – Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat (AS) terkait kehadiran kapal induk USS Gerald R. Ford di Laut Merah. Melalui Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, IRGC menetapkan semua pusat logistik dan layanan pendukung kapal induk terbesar dunia itu sebagai target sah bagi Angkatan Bersenjata Iran.
Peringatan ini disampaikan pada Minggu (15/3/2026) waktu setempat, seperti dilansir Press TV pada Senin (16/3/2026). Saat itu, USS Gerald R. Ford dilaporkan sedang berlabuh di pelabuhan Jeddah, Arab Saudi. Juru bicara markas tersebut menegaskan bahwa kapal induk bertenaga nuklir milik AS tersebut merupakan ancaman langsung bagi keamanan Teheran di wilayah tersebut.
“Kehadiran USS Gerald R. Ford di Laut Merah tidak akan dibiarkan begitu saja. Semua fasilitas yang mendukung operasinya kini menjadi target legitim bagi kami,” tegas juru bicara tersebut dalam pernyataan resminya. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan regional yang memanas, termasuk konflik di Timur Tengah dan aktivitas militer AS di perairan strategis.
IRGC, yang dikenal sebagai kekuatan militer utama Iran, sering kali mengeluarkan peringatan serupa untuk menunjukkan postur pertahanan mereka. USS Gerald R. Ford, yang mulai beroperasi penuh pada 2024, membawa sekitar 75 pesawat tempur dan ribuan personel, menjadikannya aset krusial Angkatan Laut AS di kawasan.
Belum ada tanggapan resmi dari pihak AS atau Arab Saudi terkait peringatan ini. Situasi di Laut Merah terus dipantau dunia internasional, mengingat rute pelayaran vital yang melintasi wilayah tersebut.