
Daegu, Korea Selatan – Militer Korea Selatan mengumumkan penangguhan sementara sejumlah pelatihan tembak di seluruh negeri setelah insiden tragis di mana seorang anak terluka oleh peluru nyasar di sebuah taman bermain. Kejadian ini memicu penyelidikan mendalam oleh otoritas setempat.
Menurut laporan AFP pada Rabu (18/3/2026), insiden terjadi pada Senin (16/3/2026) di kota Daegu, wilayah selatan Korea Selatan. Seorang anak, yang identitasnya dirahasiakan untuk melindungi privasi, mengalami luka di leher akibat peluru yang diduga berasal dari lapangan tembak militer terdekat. Para pejabat militer menyatakan bahwa peluru tersebut menyimpang dari lintasan dan menjangkau area publik.
Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Untungnya, kondisinya tidak mengancam jiwa, dan anak tersebut telah dipulangkan setelah mendapat perawatan medis. “Kami sangat prihatin dengan insiden ini dan telah memulai penyelidikan penuh untuk menentukan penyebabnya,” ujar seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam pernyataan resmi.
Sebagai langkah preventif, militer Korsel langsung menangguhkan berbagai latihan tembak di lapangan hingga penyelidikan selesai. Langkah ini mencakup fasilitas di seluruh negeri, termasuk di sekitar Daegu yang dikenal sebagai pusat pelatihan militer. Insiden serupa pernah terjadi di masa lalu, memicu perdebatan publik tentang keamanan zona pelatihan militer yang berdekatan dengan pemukiman warga.
Penyelidikan dipimpin oleh tim gabungan militer dan kepolisian Daegu, dengan fokus pada faktor seperti kondisi peralatan, prosedur keselamatan, dan faktor lingkungan. Hasilnya diharapkan dirilis dalam waktu dekat. Sementara itu, warga setempat mendesak peningkatan pengawasan untuk mencegah kejadian berulang.
Korea Selatan, yang berada dalam ketegangan militer dengan Korea Utara, rutin menggelar latihan tembak untuk menjaga kesiapan pertahanan. Namun, insiden ini menyoroti tantangan menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan keselamatan sipil.