
Teheran, 21 Maret 2026 – Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan serangan terhadap kompleks pengayaan uranium Natanz di pusat negara itu pada Sabtu pagi ini. Serangan ini terjadi di tengah perayaan Idulfitri, memicu kecaman keras dari Teheran yang menyebutnya sebagai “serangan kriminal”.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui kantor berita Tasnim dan dikutip oleh AFP, AEOI menyatakan: “Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang merebut kekuasaan terhadap negara kami, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fasilitas utama pengayaan nuklir Iran ini menjadi target utama, meskipun detail kerusakan belum diungkap secara lengkap.
Insiden ini memanaskan ketegangan regional yang sudah memuncak sejak beberapa bulan terakhir. Natanz, salah satu situs nuklir paling strategis Iran, sebelumnya juga menjadi sasaran sabotase dan serangan siber yang diduga melibatkan Israel. Serangan terbaru ini datang di saat Iran merayakan Idulfitri, hari besar umat Islam yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadhan, menambah nuansa simbolis pada konflik tersebut.
Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah AS atau Israel terkait keterlibatan mereka. Namun, sumber intelijen Barat yang dikutip media seperti Reuters menyebutkan adanya aktivitas udara tidak teridentifikasi di wilayah tersebut sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Iran telah memanggil sesi darurat Dewan Keamanan PBB dan mengancam balasan “tegas dan proporsional”.
Dampak langsung meliputi penutupan sementara wilayah Natanz dan evakuasi personel. Analis keamanan internasional memperingatkan bahwa serangan ini berpotensi memicu eskalasi lebih luas di Timur Tengah, termasuk gangguan pasokan minyak global. Hingga berita ini disusun, pasar energi dunia belum menunjukkan gejolak signifikan, tapi pemantauan terus dilakukan.
Iran menekankan bahwa program nuklirnya bersifat damai, meskipun sanksi internasional terus membatasi aktivitasnya pasca-kesepakatan JCPOA yang runtuh. Serangan ini menjadi pukulan terbaru bagi ambisi nuklir Teheran di tengah tekanan dari Washington dan Tel Aviv.