
Kapal selam bertenaga nuklir Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Anson, telah tiba di Laut Arab dengan kemampuan mematikan untuk melancarkan serangan rudal jelajah ke Iran jika konflik regional memanas. Kapal selam canggih ini dilengkapi rudal Tomahawk Block IV berjangkauan 1.000 mil (sekitar 1.600 kilometer) dan torpedo berat Spearfish, menjadikannya ancaman serius bagi target daratan musuh.
Menurut laporan Daily Mail pada Minggu (22/3/2026), HMS Anson meninggalkan pelabuhan Perth, Australia, pada 6 Maret lalu. Saat ini, kapal selam tersebut diyakini mengambil posisi strategis di perairan dalam Laut Arab bagian utara, siap mendukung operasi militer jika diperlukan.
Langkah ini datang di tengah ketegangan meningkat di Timur Tengah, khususnya setelah pernyataan dari Downing Street. Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menyetujui penggunaan pangkalan militer Inggris di wilayah tersebut oleh Amerika Serikat (AS) untuk menyerang situs-situs Iran. Situs-situs ini diduga menjadi ancaman bagi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia.
Sumber militer Inggris yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa kehadiran HMS Anson memberikan “kemampuan respons cepat” bagi pasukan Sekutu. “Kapal selam ini bisa meluncurkan serangan presisi tanpa terdeteksi, menargetkan infrastruktur kunci di Iran,” ujar sumber tersebut.
Keberadaan aset nuklir Inggris di kawasan ini menandakan komitmen kuat London untuk mendukung AS dalam menghadapi potensi eskalasi dengan Iran. Namun, pihak Iran belum memberikan tanggapan resmi atas laporan ini. Pengamat militer memperingatkan bahwa manuver semacam ini bisa memicu respons balasan, memperburuk situasi di Teluk Persia.
Situasi geopolitik Timur Tengah terus dipantau ketat oleh komunitas internasional, dengan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.