
Vatikan, 6 April 2026 – Paus Leo XIV memimpin Misa Paskah pertamanya dengan khidmat di Basilika Santo Petrus, Vatikan, pada Minggu (5/4). Ribuan umat Katolik dari berbagai belahan dunia memadati Alun-Alun Santo Petrus untuk menyaksikan perayaan suci ini, yang menjadi puncak tahun liturgi Gereja Katolik.
Perayaan dimulai dengan prosesi megah, di mana Paus Leo XIV, yang baru saja terpilih sebagai pemimpin umat Katolik, memimpin doa dan Ekaristi. Suasana penuh sukacita dan harapan menyelimuti para hadirin, meski cuaca cerah mendukung acara berlangsung lancar. “Ini adalah momen bersejarah bagi kami,” ujar Maria Rossi, seorang peziarah asal Italia, yang datang bersama keluarganya.
Puncak acara adalah pesan tradisional “Urbi et Orbi” (kepada kota Roma dan dunia), yang disampaikan Paus Leo XIV dari balkon Basilika. Dalam pesannya, ia menekankan tema kebangkitan Kristus sebagai panggilan untuk perdamaian global. Paus menyerukan para pemimpin dunia agar meninggalkan ambisi kekuasaan dan memilih jalan damai.
“Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya. Mereka yang memiliki kuasa untuk memicu perang, pilihlah perdamaian,” tegas Paus Leo XIV dengan suara mantap, disambut tepuk tangan meriah dari ribuan umat.
Seruan ini datang di tengah ketegangan geopolitik dunia, termasuk konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur. Paus juga mendoakan korban bencana alam dan konflik, serta menyerukan solidaritas bagi yang miskin dan tertindas. Pesan ini disiarkan secara langsung ke seluruh dunia melalui Vatican News dan media internasional.
Paus Leo XIV, yang dikenal dengan latar belakangnya sebagai teolog progresif, melanjutkan tradisi pendahulunya dalam menjadikan Paskah sebagai platform diplomasi moral. Perayaan ini juga menandai babak baru kepausan, di mana ia diharapkan membawa angin segar bagi 1,4 miliar umat Katolik global.




