
Qom, Iran – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan berada dalam kondisi tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan medis darurat di kota suci Qom. Kabar ini memicu kekhawatiran besar tentang stabilitas kepemimpinan Teheran, terutama saat Iran terlibat dalam konflik sengit melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Informasi tersebut terungkap melalui memo diplomatik yang dilihat oleh media India, The Times of India, pada Selasa (7/4/2026). Memo itu didasarkan pada penilaian intelijen AS dan Israel, yang menyatakan bahwa Khamenei, berusia 56 tahun, berada dalam kondisi “parah” dan “tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim” Iran.
Mojtaba Khamenei, putra dari Pemimpin Tertinggi sebelumnya Ayatollah Ali Khamenei, telah lama dianggap sebagai penerus potensial. Kondisinya yang kritis ini menimbulkan pertanyaan krusial: siapa yang benar-benar memegang kendali di balik layar saat perang berkecamuk? Analis intelijen Barat menduga bahwa kekosongan kekuasaan ini bisa melemahkan koordinasi militer Iran, termasuk respons terhadap serangan rudal dan operasi siber dari koalisi AS-Israel.
Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran, yang selama ini menolak spekulasi tentang kesehatan pemimpinnya. Namun, sumber diplomatik anonim menyebutkan bahwa tim medis di rumah sakit rahasia Qom sedang berjuang menyelamatkan nyawanya, dengan spekulasi bahwa stroke atau serangan jantung menjadi penyebab utama.
Konflik Iran-AS-Israel telah memasuki fase kritis sejak eskalasi pada awal 2026, dengan laporan korban jiwa mencapai ribuan. Kekacauan internal ini berpotensi mengubah dinamika perang, di mana Iran bergantung pada jaringan proksi seperti Hizbullah dan Houthi untuk menekan musuhnya.
Pakar hubungan internasional, Dr. Rezaei dari Universitas Teheran, memperingatkan bahwa “tanpa figur sentral seperti Khamenei, fraksi internal di Iran bisa terpecah, membuka celah bagi intervensi asing.” Sementara itu, Gedung Putih dan Kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan komentar resmi terkait laporan ini.




