The Washington Post PHK Ratusan Jurnalis: Restrukturisasi “Menyakitkan” di Tengah Krisis Media

Media ikonik Amerika Serikat, The Washington Post, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap ratusan jurnalisnya pada Rabu (4/2) waktu setempat. Langkah ini bagian dari restrukturisasi yang disebut “menyakitkan” oleh manajemen, di tengah tantangan industri media cetak yang semakin berat.

Pengumuman itu disampaikan oleh Pemimpin Redaksi The Washington Post, Matt Murray, seperti dikutip Agence France-Presse (AFP) pada Kamis (5/2/2026). Murray menyatakan bahwa surat kabar itu akan mengalami pengurangan “substansial” di ruang redaksinya. “Ini adalah langkah sulit yang diperlukan untuk masa depan kami,” katanya, tanpa merinci jumlah pasti karyawan yang terdampak.

The Washington Post, yang kini dimiliki miliarder pendiri Amazon Jeff Bezos sejak 2013, dikenal sebagai pilar jurnalisme investigatif. Surat kabar ini meraih status legendaris berkat pemberitaannya tentang Skandal Watergate pada 1970-an, yang berkontribusi menjatuhkan Presiden Richard Nixon. Namun, belakangan ini, Post menghadapi penurunan pendapatan iklan dan langganan digital, mirip tren di industri media global.

PHK massal ini menambah daftar panjang pemangkasan di media AS, termasuk kasus serupa di New York Times dan outlet lain tahun lalu. Para jurnalis yang terdampak dilaporkan menerima pesangon, meski detailnya belum diungkap. Hingga kini, belum ada komentar resmi dari Bezos atau serikat pekerja.

Kondisi ini mencerminkan tekanan ekonomi yang lebih luas, di mana platform digital seperti TikTok dan X menggerus dominasi media tradisional. Analis memprediksi restrukturisasi serupa akan terus terjadi di 2026.

  • Related Posts

    Serangan Rudal Rusia “Besar-besaran” Hantam Kyiv, Bangunan Perumahan Jadi Sasaran

    Kyiv, Ukraina – Ibu kota Ukraina, Kyiv, mengalami serangan rudal “besar-besaran” dari Rusia pada Kamis (12/2/2026) pagi waktu setempat. Berbagai bangunan perumahan dan non-perumahan di kedua sisi Sungai Dnipro yang membelah…

    AS Kerahkan 200 Tentara ke Nigeria untuk Bantu Lawan Militan

    Abuja, 11 Februari 2026 – Amerika Serikat berencana mengerahkan 200 tentara ke Nigeria untuk melatih angkatan bersenjata negara tersebut dalam memerangi kelompok-kelompok militan. Langkah ini menandai peningkatan kerja sama militer antara…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Serangan Rudal Rusia “Besar-besaran” Hantam Kyiv, Bangunan Perumahan Jadi Sasaran

    • By admin
    • February 12, 2026
    • 0 views
    Serangan Rudal Rusia “Besar-besaran” Hantam Kyiv, Bangunan Perumahan Jadi Sasaran

    Polisi Ungkap Identitas Dugaan Maling Laptop Beraksi di Tiga Hotel Bintang 5 Jakarta Pusat

    • By admin
    • February 12, 2026
    • 0 views
    Polisi Ungkap Identitas Dugaan Maling Laptop Beraksi di Tiga Hotel Bintang 5 Jakarta Pusat

    AS Kerahkan 200 Tentara ke Nigeria untuk Bantu Lawan Militan

    • By admin
    • February 11, 2026
    • 3 views
    AS Kerahkan 200 Tentara ke Nigeria untuk Bantu Lawan Militan

    PDIP dan Golkar Berdebat Sengit soal Lifting Migas di Rapat Komisi XII dengan SKK Migas

    • By admin
    • February 11, 2026
    • 2 views
    PDIP dan Golkar Berdebat Sengit soal Lifting Migas di Rapat Komisi XII dengan SKK Migas

    KPK Periksa PPK BTP Jatim Terkait Dugaan Fee Proyek Korupsi KA yang Mengalir ke Tersangka Sudewo

    • By admin
    • February 10, 2026
    • 1 views
    KPK Periksa PPK BTP Jatim Terkait Dugaan Fee Proyek Korupsi KA yang Mengalir ke Tersangka Sudewo

    Pengacara Jeffrey Epstein Ajukan Permintaan Resmi ke CIA dan NSA untuk Ungkap Dokumen Koneksi Intelijen

    • By admin
    • February 10, 2026
    • 2 views
    Pengacara Jeffrey Epstein Ajukan Permintaan Resmi ke CIA dan NSA untuk Ungkap Dokumen Koneksi Intelijen