
Kyiv, Ukraina – Ibu kota Ukraina, Kyiv, mengalami serangan rudal “besar-besaran” dari Rusia pada Kamis (12/2/2026) pagi waktu setempat. Berbagai bangunan perumahan dan non-perumahan di kedua sisi Sungai Dnipro yang membelah kota dilaporkan terkena dampak.
“Serangan besar-besaran terhadap ibu kota masih berlangsung,” tulis Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melalui Telegram-nya, seperti dikutip oleh kantor berita Reuters dan Al Arabiya. Klitschko tidak menyebutkan detail korban jiwa atau kerusakan material secara spesifik, tetapi memperingatkan warga untuk tetap waspada.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah memasuki tahun keempat. Rusia dilaporkan sering melancarkan serangan rudal terhadap infrastruktur sipil Ukraina, sementara Kyiv terus mengandalkan sistem pertahanan udara Barat untuk menangkis ancaman tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Rusia mengenai insiden ini.
Pihak berwenang Kyiv telah mengaktifkan sirene peringatan udara dan meminta penduduk mencari perlindungan di tempat aman. Situasi di lapangan masih dinamis, dengan laporan ledakan terdengar di berbagai distrik kota.




