
Pengacara mendiang Jeffrey Epstein, yang dikenal sebagai pelaku kejahatan seks anak, mengajukan permintaan resmi kepada Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dan Badan Keamanan Nasional (NSA) untuk merilis semua dokumen terkait potensi koneksi intelijen dengan kliennya.
Permintaan ini dilaporkan oleh media terkemuka AS, The Washington Post, pada Senin (9/2/2026) waktu setempat, seperti dikutip Anadolu Agency pada Selasa (10/2/2026). Pengacara yang mewakili harta warisan Epstein menuntut pengungkapan dokumen apa pun yang menunjukkan hubungan operasional, afiliasi, koneksi intelijen, atau informasi rahasia terkait Epstein.
Epstein, financier kontroversial yang dituduh menjalankan jaringan perdagangan seks anak, ditemukan tewas di sel tahanan di New York pada Agustus 2019 saat menunggu sidang. Kematiannya secara resmi ditetapkan sebagai bunuh diri, tetapi hingga kini memicu spekulasi dan teori konspirasi luas, termasuk dugaan keterlibatan pihak berpengaruh.
Permintaan ini muncul di tengah tuntutan berkelanjutan dari keluarga korban dan publik untuk transparansi penuh atas jaringan Epstein, yang melibatkan tokoh-tokoh terkenal. Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari CIA atau NSA terkait permintaan tersebut.




