
Washington, 9 Februari 2026 – Ghislaine Maxwell, kaki tangan utama dalam jaringan kejahatan seks Jeffrey Epstein, dijadwalkan dimintai keterangan oleh Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat (AS) pada Senin ini (9/2). Sesi tanya jawab ini digelar secara tertutup melalui tautan video dari penjara federal tempat Maxwell menjalani hukuman 20 tahun.
Maxwell, yang divonis pada 2021 atas tuduhan perdagangan seks anak perempuan untuk Epstein, diperkirakan akan mengaktifkan hak diamnya berdasarkan Amandemen Kelima Konstitusi AS. Ia tidak diwajibkan menjawab pertanyaan apa pun, termasuk soal keterlibatan tokoh-tokoh berpengaruh dalam skandal Epstein. Sesi ini dipimpin oleh anggota Komite Pengawasan DPR, yang bertujuan menggali informasi tambahan pasca-pengungkapan jutaan halaman dokumen Epstein akhir Januari lalu.
Dokumen-dokumen tersebut, yang dirilis ke publik oleh pengadilan federal, mengungkap hubungan Epstein dengan puluhan pemimpin politik, bisnis, dan selebriti. Beberapa nama besar terseret, memicu pengunduran diri dari jabatan tinggi dan tuntutan hukum baru. Meski demikian, otoritas penegak hukum AS menyatakan tidak ada penuntutan langsung terhadap Maxwell dari pengungkapan terbaru ini.
Epstein, miliarder Amerika yang tewas di penjara pada 2019 dalam dugaan bunuh diri, dikenal merekrut korban di bawah umur melalui Maxwell untuk pesta-pesta eksklusif. Skandal ini terus bergulir, dengan korban-korban seperti Virginia Giuffre menuntut keadilan lebih lanjut. Komite Pengawasan berharap sesi hari ini dapat membuka tabir lebih dalam, meski prospeknya minim akibat hak diam Maxwell.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi hasil sesi. Pengamat politik memantau apakah ini akan memicu investigasi baru terhadap jaringan Epstein yang lebih luas.





