
Ringkasan Rilis Dokumen
Departemen Kehakiman AS merilis lebih dari 3 juta halaman berkas terkait kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein pada akhir Januari 2026, memicu kegemparan global. Dokumen ini mencakup email, catatan penerbangan, dan korespondensi internal yang menyebut nama tokoh terkemuka seperti Bill Gates, Donald Trump, Bill Clinton, dan Elon Musk. Meski banyak nama muncul, pihak terkait menegaskan tidak ada keterlibatan dalam aktivitas ilegal Epstein.
Isi Email Terkait Bill Gates
Salah satu email dari akun Epstein, bertanggal sekitar 2013, ditulis sebagai draf untuk diri sendiri dan menyebut Bill Gates meminta bantuan antibiotik secara sembunyi-sembunyi setelah diduga tertular penyakit menular seksual (PMS) dari “gadis-gadis Rusia”. Email lain dari 2017, seperti dilaporkan media Turki Haberler pada 3 Februari 2026, membahas topik sensitif termasuk simulasi pandemi dan senjata neuroteknologi terkait keamanan nasional, yang menarik perhatian karena terjadi tiga tahun sebelum COVID-19. Pendiri Microsoft ini disebut berulang kali dalam korespondensi, termasuk rencana pertemuan dan bantuan untuk “pertemuan gelap” dengan wanita lain.
Respons Bill Gates
Bill Gates membantah keras klaim dalam email Epstein sebagai “sama sekali absurd dan sepenuhnya salah”, menyatakan tidak pernah meminta obat seperti itu atau terlibat urusan serupa. Perwakilan Gates menegaskan hubungan dengan Epstein terbatas pada urusan filantropi dan menyesali pertemuan tersebut. Tidak ada bukti hukum yang mengaitkan Gates dengan kejahatan Epstein, meski dokumen ini memicu spekulasi publik.
Dampak Global
Rilis dokumen ini juga menyeret nama Anwar Ibrahim, eks Pangeran Inggris, dan lainnya dalam konteks pertemuan atau undangan, meski dibantah keterlibatan. Kasus ini menyoroti jaringan Epstein pasca-vonis kejahatannya, dengan fokus pada bagaimana tokoh dunia tetap berhubungan dengannya. Hingga Februari 2026, tidak ada tuntutan baru yang diumumkan terhadap nama-nama yang disebut.





